Sabtu, 10 November 2018

MANAJEMEN KOMUNIKASI


Manajemen Komunikasi

1.    Pentingnya Komunikasi
Aktivitas komunikasi juga dapat terlihat pada setiap aspek dalam kehidupan sehari hari manusia yaitu sejak bangun tidur di pagi hari sampai dengan manusia beranjak tidur di malam hari. dari hasil penelitian yang menyatakan bahwa persentasi waktu yang digunakan dalam proses komunikasi adalahy sangat besar, berkisar 75% sampai 90% dari jumlah kegiatan. Dalam proses komunikasi tersebut 5% nya digunakan untuk menulis, 10% untuk membaca, 35% untuk berbicara, dan 50% untuk mendengar (Jiwanta, 1982).
Hal tersebut membuktikan betapa vitalnya komunikasi dalam tatanan kehidupan social manusia.

2.    Proses Manajemen Komunikasi
Proses komunikasi adalah setiap langkah mulai dari saat menciptakan informasi sampai dipahami oleh komunikan. Komunikasi adalah sebuah proses, sebuah kegiatan yang berlangsung kontinu. Joseph De Vito (1996) mengemukakan komunikasi adalah transaksi.  Maksudnya setiap hal dari komunikasi itu saling terkait.

3.    Proses Manajemen Komunikasi
Dalam aplikasinya langkah langkah proses komunikasi adalah sebagai berikut:
1.      Langkah pertama ide/gagasan diciptakan oleh sumber/komunikator.
2.      Langkah kedua adalah ide yang diciptakan tersebut kemudian dialih bentukan menjadi lambang lambang komunikasi yang mempunyai makna dan dapat dikirimkan.
3.      Langkah ketiga, pesan yang telah di encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saluran/media yang sesuai dengan karakteristik komunikasi ditujukan kepada komunikan.
4.      Langkah keempat, penerimamenafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk mengartikan maksud pesan tersebut.
5.      Langkah kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di decoding, khalayak akan mengirim kembali pesan tersebut ke komunikator.

4.    Rencana Komunikasi
tujuan atau rencana komunikasi adalah menghibur, memberikan informasi, dan mendidik. Dengan tujuan tersebut berdampak pula pada peningkatan pengetahuan (kognitif), membangun kesadaran (sikap), dan mengubah perilaku (psikomotorik) seseorang atau masyarakat dalam suatu proses komunikasi.

5.    Isi Rencana Manajemen Komunikasi
Proses utama dalam kegiatan perencanaan dan pembuatan Project Management Plan adalah :
´  Informasi, termasuk format, isi dan level detail
´  Siapa penerima dan pembuat informasi
´  Perencanaan sumber daya manusia
´  Metode/ teknologi untuk menghasilkan informasi
´  Merangkum kebutuhan dan keinginan klien
´  Merinci unit unit pekerjaan
´  Prosedur revisi untuk memperbarui rencana manj komunikasi
´  Membuat estimasi biaya

6.    Distribusi informasi
Setelah melakukan perencanaan komunikasi, hasil yang diperoleh adalah rencana manajemen komunikasi. Langkah selanjutnya adalah pendistribusian informasi. Dalam melakukan pendistribusian informasi dibutuhkan input berupa perencanaan manajemen komunikasi dengan menggunakan alat dan teknik berupa kemampuan komunikasi, metode distribusi informasi, proses pembelajaran, serta sistem informasi. Hasil atau output dari proses distribusi informasi ini adalah proses atau alur komunikasi dari organisasi proyek dan perubahan permintaan.
Bentuk distribusi komunikasi pada proyek ada beberapa macam antara lain adalah :
– Rapat-rapat (meetings).
– Distribusi dokumen berupa hardcopy.
– Distribusi data melalui media elektronik seperti electronic mail/E-mail, mesin fax, dan lain-lain.

7.    Pelaporan performance
Informasi yang terkandung didalamnya, antara lain :
Ø  Status reports, yang berisi tentang sejauh mana proyek sudah berjalan dalam kerangka ruang lingkup, waktu dan biaya.
Ø  Progres reports menggambarkan sejauh mana tim proyek sudah menyelesaikan pekerjaannya.  Biasanya berupa laporan rutin.
Ø  Mengadakan evaluasi akhir proyek
Ø  Mengkaji apakah metodologi manajemen perlu diperbaiki.

8.    Mode penanganan konflik
´  Action : tindakan langsung
´  Secure understanding : memberikan pengertian atas suatu inovasi
´  Motivate action : memotivasi agar melukan tindakan
´  Forcing: pendekatan win-lose
´  Withdrawal: menghindari potensi pertentangan

9.    Daftar pustaka
´  Suprapto, Tommy. 2009. Pengantar Teori & Manajemen Komunikasi. Jakarta : Media Pressindo.
´  Kurniali, Sartika. 2013. Super Project Manager. Jakarta : elex media komputindo.

MANAJEMEN SDM PROYEK


Manajemen SDM Proyek

Manajemen SDM Proyek adalah proses mengorganisasikan dan mengelola atau menempatkan orang-orang yang terlibat dalam proyek, sehingga orang tersebut dapat dimanfaatkan potensinya secara efektif dan efisien. Ini mencakup semua proyek stakeholder sponsor,  pelanggan, mitra, kontributor individu, dan lain-lain.

Proses Dalam Manajem SDM
u  Perencanaan SDM
u  Perekrutan Anggota/Tim
u  Pengembangan Kerja Tim Proyek
u Pengelolaan Tim

Hal-Hal Yang Harus Diketahui Dalam Pengelola Proyek
u  Pemantauan terkait tahap perkembangan tim proyek
u  Pengelola proyek harus paham alternatif manajemen konflik
u  Pengelola proyek harus menyegarkan diri dengan berbagai teori organisasi

Pemantauan Terkait Tahap Perkembangan Tim Proyek
u  Farming(tahap pembentukan tim)
u  Storming(tahap mulai kerja dan menyesuaikan pola kerja, latar belakang, dan lain-lain)
u  Norming(tahap dimana tim mulai kompak)
u  Performing(tim dapat bekerja dengan solid)
u  Adjouring(fase pembubaran tim)

Pengelola Proyek Harus Paham Alternatif Manajemen Konflik
u  Forcing(memaksakan kehendak)
u  Withdrawing/avoiding(menghindari konflik)
u  Smoothing/accomodating(fokus pada hal-hal yg disepakati ketimbang hal yg tidak sesuai)
u  Compromising(mecari solusi yg memuaskan kedua pihak)
u  Confronting/Problem Solving(memperlakukan konflik sebagi persoalan yg perlu segera diatasi)
u Collaborating(menggabungkan bebagai sudut pandang dan mengarah pada tercapainya komintmen

Pengelola Proyek Harus Menyegarkan Diri Dengan Berbagai Teori Organisasi
u  Teori Maslow
u  Teori dua faktor/hygiene Theory dari Herzberg

Daftar Pustaka
u  Suprapto, Tommy, 2009, Pengantar Teori& Manajemen Komunikasi, Jakarta: Media Pressindo
u  Kurniali, Sartika, 2013, Super Project Manager, Jakarta: elex media komputindo.


MANAJEMEN KUALITAS


Manajemen Kualitas

Pengertian Kualitas
Kata ‘kualitas’ memiliki berbagai artian yang berlainan. Goetsch dan Davis (1994) mengemukakan konsep holistik mengenai kualitas sebagai kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pengguna produk atau jasa.
Menurut Tjiptono dan Diana (1996), ada tiga tahap perkembangan konsep kualitas
1.      Era Craftsmanship
2.      Pendekatan Taylor
3.      Total Quality Management (TQM)

Pengertian Kualitas
·         Era Craftsmanship
            Seorang tukang ahli (Craftsman) dapat diartikan sebagai seorang yang sangat terampil mengerjakan semua tugas yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas. Termasuk dalam hal peranan pimpinan, petugas operasional, dan pengendali kualitas. Pendekatan ini mulai ditinggal seiring dengan berkembangnya studi waktu dan perlunya pemisahan antara perencanaan dengan implementasi.
·         Pendekatan Taylor
            Dengan adanya pembagian tugas, manajemen diberi tanggung jawab perencanaan, bagian operasi ditangani oleh tenaga kerja atau buruh, dan untuk menjaga kualitas maka dibentuklah departemen kualitas secara terpisah.
Sejalan dengan meningkatnya volume dan kompleksitas operasi, kualitas juga berkembang sebagai isu yang semakin rumit. Pendekatan tradisional yang sarat akan inspeksi tidak lagi memadai. Hasil inspeksi hanya sekadar menyisihkan komponen produk yang cacat sedangkan penyebab produk cacat tetap ada dan biaya akibat produk cacat tetap tinggi. Selain itu, muncul masalah mengenai 3K (komunikasi, koordinasi dan kerjasama). Kenyataan ini mendorong adanya pendekatan kualitas total atau yang lebih dikenal dengan total quality management (TQM).
·         Total Quality Management (TQM)
Konsep TQM dikemukakan pertama kali oleh Nancy Warren, seorang ilmuwan tingkah laku dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Istilah ini mengandung makna every process, every job dan every aspect (Goetsch dan Davis, 1994). TQM didefuniskan sebagai pendekatan dalam menjalankan usaha yang berupaya memaksimalkan daya saing melalui penyempurnaan secara terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan organisasi.
Karakteristik TQM terdiri atas fokus pada pelanggan, berorientasi pada kualitas, menggunakan pendekatan ilmiah, memiliki komitmen jangka panjang, kerjasama tim, menyempurnakan kualitas secara berkesinambungan, pendidikan dan pelatihan, menerapkan kebebasan yang terkendali, memiliki kesatuan tujuan, dan melibatkan dan memberdayakan karyawan.

ISO 9000
·         ISO 9000 adalah sebuah standar dalam manajemen kualitas yang dibentuk berdasarkan konvensi ISO/TC 176 pada 1979. ISO 9000 dibentuk sebagai dasar dari suatu standar dalam manajemen kualitas, yang disusun secara lengkap pada 1982 dan diperkenalkan secara umum pada 1983.
·         ISO 9000 memperkenalkan persyaratan penting yang dibutuhkan perusahaan untuk menjamin konsistensi produksi dan pengiriman yang tepat waktu terhadap barang dan jasa pada pasar.
·         ISO 9000 merupakan standar manajemen mutu dan bukan standar produk, sehingga perusahaan yang mempunyai sertifikat ISO 9000 tidak dapat mengiklankan produknya yang sudah memenuhi standar internasional.
·         ISO 9000 akan diulas dan direvisi setiap 6 tahun. ISO 9000-2000 adalah yang terbaru.
·         Mutu (Kualitas) dalam kerangka ISO 9000 didefinisikan sebagai ciri dan karakter menyeluruh dari suatu produk atau jasa yang memengaruhi kemampuan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan tertentu.
·         Definisi ini menekankan pada kepuasan pelanggan atau pemakai produk. Misalnya dari segi desain, kepuasan diukur dari estetika, pemenuhan fungsi, keawetan bahan, keamanan, dan ketepatan waktu.

Manajemen Kualitas Proyek
Ada dua model yang sukses diterapkan dalam pelatihan konsultan konstruksi dalam meningkatkan kinerja dari manajemen proyek, yaitu:
o   Continuous Quality Management Model
            Model ini digunakan sebuah perusahaan untuk meningkatkan bisnis mereka. Hal ini merupakan cara hidup dari semua organisasi yang ingin mencapai posisi yang kompetitif dalam arus industralisasi yang cepat.
Model ini sering ditemukan di perusahaan yang bersifat customer-driven. Termasuk Levi Strauss, Motorola, dan Xerox. Perusahaan yang sudah memenangkan penghargaan Malcolm Baldrige Award -Penghargaan yang mengakui kualitas manajemen yang patut dicontoh- juga termasuk.
  • Process Management Model
            Model ini digunakan untuk menghubungkan faktor kesuksesan yang kritis dalam proses bisnis. Model ini membangun dasar fondasi untuk meneruskan mengadakan suatu analisis terhadap langkah-langkah dan proses dalam meningkatkan dan memanfaatkan kesempatan yang ada.

Syarat Penggunaan dalam Manajemen Kualitas
Ada 3 proses dalam manajemen kualitas proyek, Yaitu:
  1. Inspeksi
            Suatu proses mengukur kegiatan proses konstruksi untuk memeriksa apakah standar spesifikasi telah dicapai.
  1. Quality Control
            Teknik dan aktivitas operasi yang digunakan agar mutu tertentu yang dikehendaki dapat dicapai. Aktivitasnya mencakup monitoriing, menghilangkan masalah yang diketahui, mengurangi penyimpangan, dan usaha-usaha untuk mencapai efektivitas ekonomi.
  1. Quality Assurance
            Seluruh tindakan yang sistematis dan terencana yang diperlukan agar terjadi kepastian dan kepercayaan terhadap mutu produk atau jasa yang diberikan. Aktivitasnya mencakup kegiatan proses –baik internal maupun eksternal-, termasuk merumuskan kebutuhan pelanggan
            Quality Assurance mengevaluasi biaya dari proyek secara menyeluruh dan teratur untuk menetapkan anggaran yang keluar relevan dan sesuai dengan standar kualitas.

Kualitas Biaya
Prinsip bahwa mutu harus direncanakan agar tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari dan tidak berdampak buruk terhadap biaya dan reputasi proyek dalam jangka panjang. Proses pelaksanaan yang buruk dan beresiko negatif. Akibatnya, biaya perawatan dan pencegahan akan menjadi mahal. Ini adalah salah satu contoh dari kualitas biaya.

Penggunaan Software Dalam Project Quality Management
l  Dengan majunya perkembangan teknologi informasi, pengerjaan Project Quality Management dapat terbantu dengan adanya software seperti : Primavera, Artemis, maupun Microsoft Project.
l  Dalam mempermudah pengerjaan Project Quality Management akan diperlihatkan contoh-contoh perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Daftar Pustaka
l  K.C. Chan, Peter Ong, R, Eko Indrajit. 2004 INTEGRATED PROJECT MANAGEMENT. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
l  Drs. H. A. Hamdan Dimyati M.Si., Kadar Nurjaman S.E. M.M. 2014 MANAJEMEN PROYEK. Bandung : CV Pustaka Setia.
l  Dana Persada Mulyono, MBA, PMP., Sartika Kurniali, S.Kom. MMSI 2013 SUPER PROJECT MANAGER. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.
l  Wysocki, Robert K., Robert Beck,jr, and David B. Crane. 2000. Effective Project Management Second Edition. New York, NY: John Wiley & Sons. (ISBN 0-471-36028-7).

Jumat, 09 November 2018

MANAJEMEN BIAYA


Manajemen biaya

Perusahaan yang sukses menemukan bahwa mereka harus menerapkan biaya yang efektif dan memahami konsep dan istilah utama dari manajemen biaya. Kompleksitas dari dimensi-dimensi tersebut (keberagaman produk, proses dan lokasi produksi, jaringan distribusi, dan jenis pelanggan) akan berimplikasi terhadap biaya, dan akuntan manajemen telah mengembangkan teori yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan menguraikan berbagai pengaruhnya.
Beberapa perusahaan yang terkemuka di dunia telah meraih sukses melalui keunggulan produk serta perbaikan berkelanjutan. Salah satu bidang yang melakukan perbaikan berkelanjutan adalah penekanan perusahaan pada penurunan biaya melalui penyederhanaan produk dan proses produksi.

Pengertian Manajemen Biaya
Manajemen Biaya adalah sistem yang didesain untuk menyediakan informasi bagi manajemen untuk pengidentifikasian peluang-peluang penyempurnaan, perencanaan strategi, dan pembuatan keputusan operasional mengenai pengadaan dan penggunaan sumber-sumber yang diperlukan oleh organisasi. Ada beberapa penerapan manajemen dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
1. Manajemen sebagai ilmu
Suatu bidang ilmu pengetahuan/sains yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerjasama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini bermanfaat bagi kemanusiaan.
2. Manajemen sebagai seni
Manajemen adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang  minimal, demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal bagi  pimpinan maupun pekerja serta memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada  masyarakat.
3. Manajemen sebagai profesi
Manajemen sebagai profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan oleh  orang-orang yang memiliki keahlian dan keterampilan sebagai kader, pemimpin atau  menejer pada suatu organisasi atau perusahaan tertentu.
4. Manajemen sebagai Proses
Manajemen adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan perorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian dimana dalam masing-masing bidang tersebut digunakan ilmu pengetahuan dan keahlian yang diikuti secara berurutan dalam usaha mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.

Sistem Manajemen Biaya Didasarkan Atas Beberapa Konsep Dasar yaitu :
1.      Konsep Nilai Tambah adalah konsep yang menjelaskan bahwa perusahaan harus berusaha melaksanakan aktivitas-aktivitas bernilai tambah dengan efisiensi bernilai sempurna dan mengeliminasi aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah.
2.      Konsep Akuntansi Aktivitas adalah proses pengumpulan dan pelacakan kinerja keuangan dan operasional mengenai aktivitas-aktivitas signifikan perusahaan dan penyediaan umpan balik antara hasil-hasil sesungguhnya dengan yang direncanakan serta penentuan tindakan koreksi jika diperlukan. Activity-based costing (ABC) adalah metodologi untuk mengukur biaya dan kinerja aktivitas, sumber-sumber, dan obyek biaya.
3.      Konsep Biaya Target adalah biaya berbasis pasar yang dihitung dengan menggunakan harga pasar yang diperlukan untuk mencapai pangsa pasar yang ditentukan terlebih dahulu. Biaya target = Harga pasar untuk mencapai pangsa pasar – Laba yang diharapkan. Penentuan biaya target adalah alat manajemen untuk mengurangi biaya selama daur hidup produk tertentu.

Pentingnya Manajemen Informasi Dalam Perusahaan
Manajemen informasi sebagai suatu sumber mempunyai pola yang sama. Manajer bertanggung jawab untuk mengumpulkan data mentah dan memprosesnya menjadi informasi yang dapat digunakan. Ia harus memastikan bahwa orang yang ada dalam perusahaan akan dapat menerima informasi dengan bentuk yang tepat, pada saat yang tepat pula, sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung proses manajemen. Yang terakhir, manajer harus membuang informasi yang kuno, tidak lengkap, dan salah, dan menggantikannya dengan informasi yang dapat digunakan semua aktivitas ini disebut manajemen informasi atau information management.
Minat terhadap menajemen informasi telah meningkat sejak tahun-tahun terakhir ini yaitu tidak hanya dalam dunia bisnis, namun juga disemua bidang dimana sumber dikelola. Dua alasan utama mengenai hal ini adalah karena meningkatnya kekomplekan tugas manajemen dan keinginan untuk menggunakan peralatan pemecahan masalah yang lebih baik. Langkah pertama yang sangat penting untuk memperoleh keunggulan kompetitif adalah mengidentifikasi biaya dan penggerak biaya utama dalam perusahaan atau organisasi. Perusahaan mengeluarkan biaya (cost) jika menggunakan sumber daya untuk tujuan tertentu.
Sering kali biaya dikumpulkan kedalam kelompok-kelompok tertentu, disebut dengan tempat penampungan biaya (cost pools). Ada banyak cara yang berbeda untuk mengelompokkan biaya, antara lain bedasarkan jenis biaya (biaya tenaga kerja dalam suatu tempat penampungan dan biaya bahan baku dalam tempat penampungan lainnya).
Penggerak biaya (cost driver) merupakan faktor yang memberi implikasi pada perubahan tingkat total biaya. Untuk perusahaaan yang berkompetisi berdasarkan kepemimpinan biaya, manajemen penggerak biaya utama merupakan hal yang paling penting.
Objek biaya adalah berbagai produk, jasa, pelanggan, aktivitas, atau unit organisasi dimana biaya dibebankan. Produk, jasa, dan pelanggan pada umumnya merupakan objek biaya; sementara dapertemen produksi dapat diperlakukan sebagai tempat penampungan biaya atau objek biaya.
Pembebanan biaya (cost assigment) merupakan proses pembebanan elemen biaya-biaya ke dalam tempat penampungan biaya ke objek biaya. Ada dua jenis pembebanan, yaitu penelusuran langsung untuk membebankan biaya langsung dan alokasi untuk membebankan biaya tidak langsung. Biaya langsung (direct cost) dapat dengan mudah dan ekonomis ditelusuri secara langsung ke tempat penampungan biaya atau objek biaya. Sebaliknya, tidak ada cara yang mudah dan ekonomis untuk menelusuri biaya tidak langsung (indirect cost) dari biaya ke tempat penampungan biaya atau dari tempat penampungan biaya ke objek biaya. Pembebanan biaya tidak langsung ke tempat penampungan biaya dan objek biaya disebut alokasi biaya (cost allocation), yaitu suatu bentuk pembebanan di mana penelusuran langsung tidak mungkin dilakukan sehingga digunakan penggerak biaya. Penggerak biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya disebut dasar alokasi (allocation base).

D. Macam-macam Biaya
·        Biaya Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung
Biaya bahan baku langsung (direct material cost) adalah biaya bahan baku pada produk atau objek lainnya (dikurangi diskon pembelian tetapi ditambah beban angkut dan yang terkait). Sedangkan, biaya bahan baku tidak langsung (indirect material cost) merupakan biaya dari bahan baku yang digunakan dalam produksi tetapi bukan bagian dari produk yang sudah jadi.

·        Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung
Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) meliputi tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa ditambah sebagian jam kerja tidak produktif yang normal dan tidak dapat dihindari, seperti waktu istirahat dan solat. Jenis lain dari jam kerja tidak produktif yang dibebaskan dan dirancanakan adalah waktu jeda. Biaya tenaga kerja tidak langsung (indirect labor cost) meliputi pengawasan, pengendalian mutu, inspeksi, pembelian dan penerimaan, penanganan bahan baku, tenaga kerja bagian kebersihan, waktu jeda, pelatihan, dan kebersihan. Perlu diingat bahwa elemen dari biaya tenaga kerja kadang kala dapat digolongkan sebagai langsung sekaligus tidak langsung, tergantung dari objek biayanya.

·        Biaya Tidak Langsung Lainnya
Selain biaya tenaga kerja dan biaya bahan baku tidak langsung, biaya tidak langsung lainnya juga diperlukan dalam menghasilkan produk atau jasa. Antara lain adalah biaya fasilitas, peralatan yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa, dan peralatan pendukung lainnya. Semua biaya tidak langsung tersebut biasanya digabungkan ke dalam suatu tempat penampungan biaya yang disebut overhead atau disebut juga overhead pabrik (factory overhead). Kadang kala biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung yang digabungkan menjadi satu, sehingga disebut sebagai biaya utama (prime cost). Sedangkan biaya konversi (conversion cost) merupakan gabungan dari biaya tenaga kerja langsung dan overhead.

·        Biaya Tetap dan Biaya Variabel
Total biaya terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap (fix cost) merupakan bagian dari total biaya yang tidak berubah meskipun output berubah dalam rentang yang relevan. Sebaliknya, biaya variabel merupakan perubahan pada total biaya yang dikaitkan dengan setiap perubahan pada jumlah penggerak biaya. Biaya tetap meliputi banyak biaya tidak langsung yang tidak berubah karena unit yang diproduksi. Akan tetapi, beberapa biaya tidak langsung adalah variabel karena berubah seiring perubahan jumlah dan unit yang diproduksi. Istilah biaya campuran (mixed cost) digunakan untuk mengacu pada total biaya yang meliputi komponen biaya tetap maupun variabel.

  • Biaya per Unit dan Biaya Marginal

Biaya per unit (unit cost) atau biasa disebut biaya rata-rata (average cost) merupakan total biaya produksi dibagi jumlah unit output.

Konsep Biaya untuk Perhitungan Biaya Produk dan Jasa
Informasi yang akurat mengenai biaya produk dan jasa penting pada setiap fungsi manajemen : manajemen strategis, perencanaan dan pengambilan keputusan, pengendalian manajemen dan operasional, serta penyusunan laporan keuangan. Perusahaan juga sering kali memiliki sedikit atau tidak memiliki persediaan, sehingga sistem perhitungan biayanya relatif sederhana. Persediaan produk bagi perusahaan manufaktur maupun dagang dianggap sebagai aset pada neraca. Selama persediaan memiliki nilai pasar, persediaan dianggap sebagai aset hingga terjual; kemudi. Kemudian biaya dari persediaan dipindahkan ke laporan laba rugi sebagai Harga Pokok Penjualan (cost of goods sold).
Biaya produk (product cost) bagi perusahaan manufaktur meliputi biaya-biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan produk pada langkah proses produksi dalam rantai nilai : Bahan Baku Langsung, Tenaga Kerja Langsung, Overhead Pabrik. Biaya produk untuk perusahaan dagang meliputi biaya pembelian produk ditambah biaya transportasi. Seluruh biaya lainnya untuk mengelola perusahaan dan menjual produk bukan merupakan biaya produk. Biaya tersebut dibebeankan pada periode saat terjadinya biaya, disebut biaya periodik (periodic cost). Biaya periodik (biaya nonproduk) meliputi biaya umum, penjualan, dan administrasi yang diperlukan untuk pengelolaan perusahaan tetapi tidak termasuk biaya langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi.

Perhitungan Biaya untuk Perusahaan Manufaktur, Dagang, dan  Jasa
Perusahaan manufaktur menggunakan tiga akun persediaan,
~ Persediaan Bahan Baku (materials inventory)
~ Persediaan Barang Dalam Proses (work in process inventory)
~ Persediaan Barang Jadi (finished goods inventory)

Rumus menghitung persediaan yan menghubungkan akun-akun tersebut adalah :
Persediaan awal + biaya yang dtambahkan = biaya yang dipindahkan keluar + persediaan akhir.
Rumus persediaan merupakan konsep yang bermanfaat untuk menunjukkan bagaimana biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead dapat masuk ke persediaan barang dalam proses, kemudian ke persediaan barang jadi, dan akhirnya ke harga pokok penjualan.

Kesimpulan
Jadi dalam operasi suatu perusahaan, manajemen biaya sangat penting terutama dalam konsep perhitungan biayanya. Biaya dibagi menjadi dua, yaitu biaya produksi dan nonproduksi. Perhitungan biaya-biayanya dibentuk untuk menyajikan laporan keuangan bagi pihak eksternal. Laporan keuangan manajemen biaya didasarkan atas dua faktor, yaitu keakuratan dan ketepatan waktu.

DAFTAR PUSTAKA
·        Edward J. Blocher, dkk. 2013. Manajemen Biaya : Penekanan Strategis. Jakarta. Salemba Empat.