Rabu, 31 Oktober 2018

MANAJEMEN INTEGRASI PROYEK

 Manajemen Integrasi Proyek

Integrated Project Manajement
     Tugas utama para pemimpin proyek adalah melakukan integrasi dari semua unsur dan sumber daya yang tekait dalam suatu proyek.tanggung jawab tertinggi proyek tetap berada ditangan manajer proyek sebagai “chief integrator”.

     Tanpa adanya perencanaan yang baik, mustahil sebuah proyek dapat disetujui dan dilaksanakan. Konsep IPM selalu dimulai dengan bagaimana cara membuat sebuah rencana yang jelas dan dapat dimengerti. Selanjutnya adalah bagaimana menyusun sebuah rencana yang dapat beradaptasi dengan perubahan cepat yang terjadi karena dinamika bisnis (perubahan)dari waktu ke waktu. Eksekusi terhadap proyek yang dilakukan harus berdasarkan rencana yang telah disusun dan disepakati Bersama

Kunci Keberhasilan Eksekusi IPM
IPM dibangun berdasarkan 3(tiga) filosofi penting yang merupakan kunci dari keberhasilan sebuahproses eksekusi, yaitu:
Team Learning 
Total Solution Approach
Systems Thinking

Proses utama yang harus dilakukan manajer proyek dan timnya dalam terkait manajemen integrasi
Tahap Inisiasi dan Perencanaan:
Memastikan adanya Project Charter.Sebagai bentuk mandate dan penjelasan gambaran umum proyek kepada PM untuk memulai perkerjaan.
Memimpin penyususanan Project Management Plan atau Project Execution Plan.
Tahap Pelaksanaan dan Pengawasan:
Mengarahkan dan menjadi penanggung jawab utama.
Melakukan koordinasi dengan anggota tim dan unit kerja pendukung serta pihak klien maupun pengguna akhir proyek.
Memantau dan mengadalikan perubahan dan mecegah terjadinya scope creep.
Tahap penyeselesaian:
Proses integrasi belum berakhir hingga tahap penyelesaian proyek.Menyelesaikan segala urusan dengan pihak ketiga.

Daftar Pustaka

  • Dana Prasada Mulyoto,MBA,PMP.Sartika Kurniali,S.Kom., MMSI ; Super Project Management, Jakarta 2013 , PT Elex Media Komputindo
  • K.C. Chan,Peter Ong,R.Eko Indrajit ; Integrated Project Management ,Yogyakarta 2004, ANDI


GRUP PROSES MANAJEMEN PROYEK

Grup Proses Manajemen Proyek  teridiri dari 5 tahapan:
Initiation Process Group
Perencanaan atau Planning
Tahap Pelaksanaan atau Execution
Tahap pengawasan (Monitoring & Controling)
Tahap Penyelesaian atau Closing

Tahap Inisiasi (INITATION)
     Tahap ini merupakan langkah awal untuk suatu proyek. Dan pada tahapan ini memiliki proses utama yang menghasilkan 2 dokumen utama, yaitu: 
Project charter adalah dokumen yang tujuan utamanya menunjuk manajer proyek, menjelaskan kebutuhan proyek (termasuk duras anggaran, otorisasi, kendala, dan lain-lain), serta menjelaskan latar belakang kebutuhan organisasi terkait pelaksanaan suatu proyek.

Stakeholder Register adalah Proses untuk menghasilkan daftar pemangku kepentingan dalam proyek agar segera difasilitasi, untuk mendapatkan gambaran siapa saja pihak yang terkait dalam proyek, dan untuk mengetahui apakah mereka mempunyai kepentingan baik langsung maupun tidak langsung dalam suatu proyek. Stakeholder sangatlah penting, karena digunakan untuk mendapatkan masukan pada tahap perencanaan.

Tahap Perencanaan (PLANNING)
     Pada tahap ini memiliki proses utama yang menghasilkan master  dokumen perencanaan proyek atau Project Managemert Plan. Bobot isi dari dokumen ini bervariasi, bergantung dari kompleksitas proyek.

Proses utama terkait kegiatan perencanaan dan pembuatan Project Management Plan adalah :
Merangkum kebutuhan dan keinginan klien, memastikan batasan pekerjaan, serta membuat uraian pekerjaan (proyek).
Merinci unit-unit pekerjaan (subproyek/kegiatan), menentukan urutan pekerjaan, melakukan estimasi durasi waktu masing-masing pekerjaan.
Lakukan estimasi biaya untuk masing-masing kegiatan, sehingga total anggaran dapat ditentukan. 
Menentukan standar dan kebijakan mutu yang diperlukan dalam proyek.
Perencanaan sumber daya manusia.
Perencanaan manjemen risiko merupakan salah satu tugas utama pengelola proyek (manajer proyek atau tim manajemen proyek). Apabila kita lalai dalam hal ini, proyek yang tampak sederhana menimbulkan dampak buruk untuk organisasi, kita sendiri dan juga para stakeholder terkait.

Tahap Pelaksanaan (EXCUTION)
     Tahap ini memfasilitasi dan mengawasi tim agar dapat bekerja sesuai dokumen perencanaan terutama mengawal tim agar tidak behind schedule (jadwal mundur) maupun over budget (anggaran minus).
Proses utama dalam tahap ini adalah mengarahkan dan mengelola pelaksanaan proyek ke arah penyelesaian, sesuai dokumen perencanaan termutakhir.
Tahap Pengawasan (Monitoring and Control)
Tujuan utama dalam tahap pengawasan adalah memastikan agar pelaksanaan proyek tidak jauh menyimpang dari rencana. Terutama waktu, mutu, risiko, anggaran, dan ruang lingkup pekerjaan.
Beberapa proses kunci pada tahap ini adalah:
Pelaporan dan pemantauan rutin. Konsepnya adalah Earned Value Management (EVM). 
Prosentase penyelesaian pekerjaan. Progres kemajuan pekerjaan disebut earned value disingkat EV.
Nilai EV tersebut kemudian dibandingkan dengan biaya aktual (Actual Cost atau AC) untuk melihat apakah pada suatu masa pelaporan kemajuan proyek, biaya aktualnya melebihi, sesuai, atau lebih rendah dari nilai progres yang dilaporkan.
Dari sisi penjadwalan, EV dibandingkan dengan Planned Value (PV) untuk target bobot kerjaan yang harus diselesaikan sesuai jadwal. Apabila hasil negatif, maka dapat dikatakan progress pekerjaan telah mengalami keterlambatan. Dan apabila hasilnya positif maka progress pekerjaan lebih cepat dari jadwal.
Keluaran dan hasil kerja (deliverables) di verifikasi bersama dengan klien. Apabila disetujui, maka secara bertahap proyek mengarah pada penyelesaian. Apabila terdapat hal yang belum disepakati klien maka pekerjaan akan kembali masuk dalam proses eksekusi.
Memastikan pengendalian terhadap perubahan dikelola secara terpadu, (terutama mutu, waktu, anggaran, risiko, dan lingkup kerja), prosedur eskalasi, dan sebaiknya dalam bentuk tertulis. Perubahan dalam pekerjaan yang berdampak signifkan umumnya memerlukan pembahasan dalam komite pengendali perubahan atau Change Control Board (CCB) maupun Steering Commitee (SC).
Perubahan (Change Project). Dari kacamata project owner, pengelola proyek tidak boleh terlalu akomodatif terhadap permintaan perubahan.
kendali mutu (quality control) dan verifikasi. Hasil QC yang buruk adalah suatu pemborosan biaya dan waktu, serta dapat menurunkan moral dan kepercayaan stakeholder.
Pemantauan dan update terhadap data risiko perlu terus-menerus dilakukan, dengan sasaran antara lain menekan kemungkinan terjadinya risiko negatif. Risiko-risiko yang kurang diperhitungkan bisa saja menjadi masalah penting dan berkembang menjad isu yang berdampak negatif. 
Proses tim building sebaiknya dimulai sejak tahapan awal proyek misalnya ketika menyusun work break down structure (WBS) maupun network diagram

Tahap Penyelesaian (Closing)
     Tahap ini adalah tahapan akhir dari sebuah proyek
Berikut ini adalah beberapa aktivitas yang penting dilakukan dalam tahap closing:
Memastikan persetujuan resmi dari sponsor atau klien terkait penyelesaian pekerjaan.
Mengadakan evaluasi akhir proyek (lessons learned). 
Mengkaji apakah metodologi manajemen proyek perlu diperbaiki.
Merapikan arsip dan dokumentasi proyek.
Memberi masukan kepada manajemen perusahaan terkait hal-hal yang dirasakan bermanfaat selama proyek dijalankan.
Menyelesaikan kewajiban dengan pihak-pihak utama, terutama pihak pemasok (supplier/vendor), outsourcing, dan sebagainya.
Pastikan pihak pengguna dapat menjalankan hasil proyek Anda

Daftar Pustaka
Persada, Dana Mulyoto dan Surtika Kurniali.  2013 .Jakarta:PT Elex Media Komputindo. Super Project Manager.

KONTEKS MANAJEMEN PROYEK DAN TEKNOLOGI INFORMASI

Apa itu Manajemen Proyek?
Manajemen proyek itu adalah suatu cara memberikan pimpinan, yang sedemikian baru dan rumitnya, sehingga mutlak diperlukan bentuk-bentuk kerjasama itu berlainan daripada yang biasanya diperlukan dan seringkali yang bersifat hierarki.

Proyek Sistem Informasi dan Teknologi Informasi
Kemajuan dunia komputer dan telekomunikasi yang sedemikian pesat telah memaksa oraganisasi semacam perusahaan untuk membangun berbagai fasilitas teknologi informasi nya sebagai tulang punggung utama dalam mengembangkan sebuah system informasi perusahaan yang handal dan berkualitas.

Contoh Proyek Sistem Informasi dan Teknologi Informasi
·         Proyek pengembangan perangkat lunak sumber daya manusia
·         Proyek konstruksi jaringan komputer kantor pusat dan kantor cabang cabang
·         Perancangan system proyek pemesanan prosduk berbasis internet
·         Proyek pembuatan website atau homepage perusahaan
·         Proyek pengintegrasian dua buah system informasi yang berbeda

Pemenuhan Kepentingan Konteks Manajemen Proyek
·         Aspek aspek keseimbangan antara kualitas proyek yang diharapkan dengan keterbatasan ruang dan waktu
·         Aspek aspek mempertemukan kebutuhan dan harapan pihak pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proyek yang kerap kali berbeda dan bertolak belakang
·    Aspek aspek mendefinisikan dan menentukan dengan jelas dan tegas hal hal yang diharapkan dari berlangsungnya sebuah proyek

Konteks Manajemenen Proyek
Konteks manjemen proyek merupakan, deskripsi detail mengenai lingkungan internal maupun eksternal dimana manajemen proyek tersebut dilaksanakan

Fase dan Siklus pada Konteks Manajemen Proyek
·         Serangkaian aktivitas dapat dikatakan menjadi sebuah fase jiika pada akhir rangkaian terebut ditandai dengan adanya satu atau beberapa output tertentu. Contohnya adalah Rancangan Infrastruktur jaringan
·         Berakhirnya sebuah fase ditandai daengan evaluasi atau kajian terhadap output-output tersebut yang kerap dihubungkan dengan kualitas dari keluaran tersebut.

Siklus pada Fase Kontek Manajemen Proyek dan TI
·         Siklus proyek diawali dari titik dimulainya proyek sampai dengan berakhirnya proyek tersebut.
·         Fase yang ada dalam proses merupakan sebuah rangkaian proses yang saling berkesinambungan dimana hasil akhir dari sebuah fase merupakan entity yang dibutuhkan pada fase berikutnya
·         Siklus proyek didefinisikan pekerjaan teknis apa yang harus dilakukan di dakam fase dan siapa yang harus terlibat dan bertanggung jawab pada masing masing fase
·         Kebanyakan deskripsi siklius melibatkab parameter seprti biaya durasi, sda, resiko yang dihadapi dan sebagainya.


Stakeholder Proyek
Merupakan individu atau sekumpulan orang atau unit organisasi yang secara aktif terlibat di dalam penyelenggaraan sebuah proyek, dimana semua kepentingan mereka terlibat langsung atupun tidak langsung dalam pengelolaan sebuah proyek. Dalam proyek TI yang terdapat pada stakeholders adalah sebagai berikut :
1.       Project Manager
2.       User
3.       Sponsor
4.       Organization
5.       Programmer dan System Analys
Database Administrator, System Integrator dan Project Consultant.

Organisasi
Proyek merupakan sebuah bagian dari aktivitas sebuah organisasi seperti perusaahan sehingga kondisi atau seluk beluk manajemen perusahaan akan sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan atau pengelolaan sebuah proyek.

Daftar Pustaka
·         Chan, K.C, dkk. 2003. Integrated Project Manajement. Yogyakarta : ANDI
·         Mulyoto, Dana Persada dan Sartika Kurniali. 2013. Super Project Management, Jakarta : PT. Gramedia

Selasa, 30 Oktober 2018

MANAJEMEN PROYEK & RESIKO

Pengenalan Manajemen Proyek

1. Proyek
a. Proyek mempunyai makna suatu pekerjaan dengan sasaran lingkup kerja dan
batasan waktu serta anggaran terentu.
b. Dalam proyek ada pihak yang memberi pekerjaan (sponsor), ada pihak yang
melaksanakan pekerjaaan (eksekutor) dan ada banyak pemangku kepentingan
(skateholders) yang terkait pada suatu proyek.
c. Proyek berakhir ketika tujuannya tercapai, atau proyek telah berakhir.
d. Proyek bisa besar atau kecil dan memerlukan waktu singkat atau lama untuk 
diselesaikan.
2. Karakteristik umum pada suatu proyek:
1. Batasan waktu
2. Anggaran
3. Mutu dan spesifikasi tertentu

3. Sifat proyek:
1. Selalu memiliki awal dan akhir (sementara)
2. Lingkup tugas khusus dan spesifik

4. Proyek dalam Sistem Informasi & Teknologi Informasi
       Kemajuan teknologi komputer dan telekomunikasi yang sangat pesat membuat berbagai perusahaan mau tidak mau mengikuti sistem yang semakin berkembang dengan peningkatan fasilitas dan ide-ide baru untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan yang handal dan berkualitas.

       Dengan demikian, perusahaan tersebut harus merencanakan sebuah proyek yang dapat membuat tujuan
mereka tercapai. 

Contoh proyek Sistem Informasi dan Teknologi Informasi antara lain :
1.Proyek analisa kebutuhan sistem informasi manajemen perusahaan.
2.Help desk atau pekerja teknis mengganti laptop untuk departemen kecil.
3.Tim pengembangan proyek kecil menambahkan fitur baru pada aplikasi internal.
4.Sebuah kampus meningkatkan infrastruktur teknologinya untuk menyediakan/menambah fasilitas
pelayanan ke mahasiswa.
5.Proyek pengembangan perangkat lunak sumber daya manusia.
6.Proyek perancangan sistem pemesanan produk berbasis internet (E-commerce),dsb.

5Contoh perbedaan antara proyek Sistem Informasi & TI dengan proyek
industry lainnya :
1. Melibatkan berbagai teknologi yang sangat cepat usang karena
perkembangannya yang sedemikian cepat, semacam komputer,
modem, software, CAD/CAM, dll.
2.Membutuhakan beragam sumber daya manusia dengan spectrum
kompetensi dan keahlian yang sangat bervariasi, seperti data entry,
system administrator, programmer, system analyst, database specialists,
network expert, content manager.

6. Pengertian Manajemen Proyek
·        Manajemen proyek bermakna tata kelola manajerial dan teknik (cara atau metode)yang perlu diterapkan untuk mecapai keberhasilan pelaksanaan sebuah proyek.
·        Manajemen proyek sangat menekankan pada sisi non teknis seperti komunikasi, perencanaan, kepemimpinan, serta interaksi dan sinergi antar tim pelaksana dengan pihak terkait.
·        Jadi, manajemen proyek adalah kombinasi penerapan pengetahuan, keahlian, peralatan, metodologi dan teknik di dalam proses pengelolaan dalam proyek sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan harapan berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder), serta  seni yang bertujuan untuk memulai merencanakan dan menyelesaikan proyek dalam keterbatasan yang ada.
7. Aspek pemenuhan kepentingan
1.Aspek – aspek keseimbangan antara kualitas proyek yang diharapkan dengan keterbatasan biaya dan waktu.
2.Aspek-aspek mempertemukan kebutuhan/keinginan dan harapan pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalamproyek yang kerap kali berbeda dan saling bertolak belakang.
3.Aspek – aspek mendefinisikan dan menentukan dengan jelas dan tegas hal-hal yang diharapkan dari berlangsungnya sebuah proyek.

8. Kerangka Manajemen Proyek

1. Konteks Manajemen Proyek (Project Management Context), yang merupakan deskripsi detail mengenai lingkungan internal maupun eksternal dimana proyek manajemen dilakukan.
2. Rangkaian Proses Manajemen Proyek (Project Management Processes) yaitu gambaran umum mengenai bagaimana biasanya proses-proses dalam pengelolaan proyek tersebut dilaksanakan dan hubungan keterkaitan diantaranya.
3. Aspek Pengetahuan Manajemen Proyek (Project Management Knowledge Areas), yang membahas pengetahuan dasar yang harus diketahui oleh pelaku manajemen proyek. 

Daftar Pustaka
1. Chan, K.C, dkk. 2003. Integrated Project Management. Yogyakarta : ANDI
2. Mulyoto, Dana Persada dan Sartika Kurniali. 2013. Super Project Management. Jakarta :
PT. Gramedia

Selasa, 09 Januari 2018

Antisocial Personality Disorder

Antisocial Personality Disorder

Antisocial personality disorder describes individuals who tend to disregard and violate the rights of others around them.

Definition

Antisocial personality disorder is best understood within the context of the broader category of personality disorders.
A personality disorder is an enduring pattern of personal experience and behavior that deviates noticeably from the expectations of the individual's culture, is pervasive and inflexible, has an onset in adolescence or early adulthood, is stable over time, and leads to personal distress or impairment.
Antisocial personality disorder is characterized by a pattern of disregard for and violation of the rights of others. The diagnosis of antisocial personality disorder is not given to individuals under the age of 18 but is given only if there is a history of some symptoms of conduct disorder before age 15.
The symptoms of antisocial personality disorder can vary in severity. The more egregious, harmful, or dangerous behavior patterns are referred to as sociopathic or psychopathic. There has been much debate as to the distinction between these descriptions. Sociopathy is chiefly characterized as something severely wrong with one's conscience; psychopathy is characterized as a complete lack of conscience regarding others. Some professionals describe people with this constellation of symptoms as "stone cold" to the rights of others. Complications of this disorder include imprisonment, drug abuse, and alcoholism.
People with this illness may seem charming on the surface, but they are likely to be irritable and aggressive as well as irresponsible. They may have numerous somatic complaints and perhaps attempt suicide. Due to their manipulative tendencies, it is difficult to tell whether they are lying or telling the truth.
Antisocial personality disorder is much more common in males than in females. The highest prevalence of antisocial personality disorder is found among males who abuse alcohol or drugs or who are in prisons or other forensic settings. 

Symptoms

  • Disregard for society's laws
  • Violation of the physical or emotional rights of others
  • Lack of stability in job and home life
  • Irritability and aggressiveness
  • Lack of remorse
  • Consistent irresponsibility
  • Recklessness, impulsivity
  • Deceitfulness
  • A childhood diagnosis (or symptoms consistent with) conduct disorder
Antisocial personality is confirmed by a psychological evaluation. Other disorders should be ruled out first, as this is a serious diagnosis.
The alcohol and drug abuse common among people with antisocial personality disorder can exacerbate symptoms of the disorder. When substance abuse and antisocial personality disorder coexist, treatment is more complicated for both.

Causes

While the exact causes of this disorder are unknown, both environmental and genetic factors have been implicated. Genetic factors are suspected since the incidence of antisocial behavior is higher in people with an antisocial biological parent. Environmental factors may also be blamed, however, as a person whose role model had antisocial tendencies is more likely to develop them.
About three percent of men and about one percent of women have antisocial personality disorder. Much higher percentages exist among the prison population.

Treatments

Antisocial personality disorder is one of the most difficult personality disorders to treat. Individuals rarely seek treatment on their own and may initiate therapy only when mandated to do so by a court. 
There is no clearly indicated treatment for antisocial personality disorder. Recently, an antipsychotic medication called clozapine has shown promising results in improving symptoms among men with antisocial personality disorder. 
References
  • American Psychiatric Association, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fourth Edition
  • American Psychiatric Association, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition
  • National Institutes of Health, National Library of Medicine, MedlinePlus, 2006. Antisocial Personality Disorderwww.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000921.htm(link is external)
  • Stout, M. (2006). The sociopath next door: The ruthless versus the rest of us. Harmony Books.

Jumat, 03 November 2017

RESUME : SEMINAR I’M AN IT STUDENT, WHAT’S NEXT ?

SEMINAR I’M AN IT STUDENT, WHAT’S NEXT

Hari                : Kamis, 05 Oktober 2017
Pukul               : 18.30-21.00 WIB
Tempat : Code Margonda, Depok
Pembicara : 1. M. Haidar Hanif – Co – Founder Impact Byte.
                        2. Tommy Herdiansyah – Bussiness Development Director Code Margonda.



Sebagai mahasiswa IT kita sering dihadapkan pada sebuah pertanyaan “setelah lulus mau kerja dimana?”, “Lulusan IT gajinya berapa sih”, “saya mau kemana setelah lulus kuliah?” dan pertanyaan – pertanyaan lain yang sering kita pikirkan atau sering ditanyakan oleh orang lain. Nah, di seminar ini saya mendapatkan banyak jawaban dari semua pertanyaan yang saya sering pikirkan, sesuai judul dan tema yang dibahas “I’m an IT Student What’s Next?”. Oleh Kak Tomy Herdiansyah yang berkedudukan sebagai Business Development Director Code Margonda dijelaskan semua hal tentang Jenis Pekerjaan, dan Salary yang akan diterima oleh pekerja dibidang IT.


Saat ini ada banyak aneka profesi di bidang IT atau Teknologi Informasi. Perkembangan dunia IT telah melahirkan bidang baru yang tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk semakin memudahkan manusia dalam melakukan segala aktifitas, dan berikut adalah beberapa pekerjaan dan jumlah Salary yang bisa kita ambil setelah lulus dari perkuliahan di bidang IT.


Beberapa jenis pekerjaan dibidang IT dan nominal Salary

Dengan mengetahui jenis pekerjaan dan jumlah salary yang kita akan terima tiap bulan di pekerjaan di bidang IT itu sudah sangat banyak memberikan kita gambaran bahwa lulusan IT sangat banyak jenis pekerjaan dan dengan bayaran yang beragam pula.

Setelah selesai sesi 1, sesi 2 dimulai dan Kak Mumammad Haidar Hanif melanjutkan untuk menjelaskan materi seminar. Materi yang disampaikan oleh Kak Haidar adalah sedikit cerita awal mula dirinya membuka sekolah pemrograman yang dia beri nama “Impact Byte” dia menceritakan bahwa selain banyak nya jenis pekerjaan dibidang IT, kita juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang orang yang ingin bekerja di bidang IT. Dalam hal ini Kak Haidar membuka sekolah bahasa pemrograman yang bisa mendidik orang – orang sekaligus bisa memperkerjakan orang – orang untuk belajar bahasa pemrograman dan mengajarkan bahasa pemrograman, dan hebatnya lagi adalah orang – orang yang bekerja maupun belajar di Impact Byte adalah orang – orang yang tidak berkuliah sama sekali, itu menunjukan juga bahwa orang tidak perlu kuliah untuk bisa hhebat di bidang IT.

Setelah sesi penyampaian materi selesai dibukalah sesi Tanya jawab, dan daftar pertanyaan nya adalah :

1. Bagaimanakah awal yang tepat untuk kita dalam memulai belajar pemrograman?

Jawaban : Mudah sekali, banyak banyak lah baca buku tentang bahasa pemrograman yang kita ingin pelajari, dan juga banyak berlatih dan mencoba – coba.

2. Apakah masih relevan perkuliahan di mata perusahaan, sedangkan orang tanpa perkuliahan bisa bekerja sesuai bidang yang mereka tekuni atau mereka suka ?

Jawaban : masih relevan, tapi survey membuktikan bahwa 80% fresh graduate tidak siap bekerja di perusahaan, kampus tidak bisa kita rubah menjadi relevan untuk kita, sebelumnya kita merubah diri kita sendiri.

3. Setiap bahasa pemrograman mempunyai tipe yang berbeda – beda bagaimana cara kita mudah mengerti semua bahasa pemrograman?

Jawaban : yang terpenting dalam belajar bahasa pemrograman adalah kita harus dan wajib melatih logika terlebih dahulu, nah biasanya jika kita sudah bisa dan mahir dalam logika bahasa pemrograman kita akan mudah dalam mempelajari bahasa pemrograman yang berbeda – beda.

Dan sebagai penutup seminar Kak Tommy mengatakan, carilah potensi diri kita untuk bisa bekerja dengan baik di bidang IT yang beragam jenis tersebut, kita tentu tidak akan bisa mahir di segala jenis pekerjaan di bidang IT, tapi sebaiknya kita terlebih dahulu mengerti diri kita akan cocok di jenis yang mana baru setelh itu kita tekuni dan berusaha berinovasi dalam hal tersebut.

Sesi foto bersama


Sertifikat



Rabu, 01 November 2017

RESUME : SEMINAR IBM BLUEMIX

SEMINAR IBM BLUEMIX

Hari                     : Senin, 25 September 2017
Pukul                   : 13.00-16.00 WIB
Tempat                : Kampus Universitas D460, Margonda
Pembicara           : Bapak Winton - Senior Technical Specialist at IBM - Cloud
          
Seminar IBM Bluemix

Bapak Winton dan Asistennya
 
               Teknologi di masa modern kini sudah semakin canggih seperti halnya IBM Bluemix, seperti dijelaskan Bapak Winton yang berkedudukan sebagai Senior Technical Specialist di IBM, IBM Bluemix merupakan layanan Cloud - Platform as a Service, yang berfungsi sama seperti Google App Engine (Google), Microsoft Azure (Microsoft), Heroku (Salesforce), dan Amazon Web Service (Amazon). Bluemix dapat menjalankan berbagai aplikasi seperti website, mobile, big data, dan smart devices. Bluemix telah ada sejak Februari 2014 lalu, dan pada bulan April tahun 2014 ada update yang masif. IBM menambahkan banyak services (lebih dari 30 service). Engine dari Bluemix sendiri berbasiskan Cloud Foundry, yaitu open source project untuk membangun layanan Cloud PaaS.
                Bluemix telah dipoles sedemikian rupa dan diintegrasikan dengan software milik IBM, sehingga menghasilkan service API yang begitu beragam. Bahkan beberapa service-nya termasuk dalam kategori Enterprise. Secara default, platform Bluemix dapat menjalankan beberapa runtime seperti Java, Ruby, dan Node Js. Tetapi yang tidak saya sangka ternyata Bluemix memperbolehkan kita untuk menambahkan sendiri runtime yang kita inginkan. Bagi teman-teman pengguna bahasa pemrograman lain berpeluang untuk menyicipi Bluemix.
Selain runtime, Bluemix juga menyediakan template code, atau biasa disebut dengan Boilerplate. Hal ini tentunya dapat  mempercepat proses development atau sekedar hanya ingin mengulik. Ada Java, Cloud, ant, Web Starter, Mobile Cloud, Internet of Things Starter, Node Js Web Starter, Java Web Starter, PHP, dan Node-RED Starter. Boilerplate tersebut telah menyediakan contoh kode integrasi dengan layanan yang ada di Bluemix. Bluemix juga menyediakan layanan Mobile Backend as a Service  untuk teman-teman developer mobile app. Juga tidak lupa dengan service database yang beragam. Mulai dari database berbasis DB2 (Dbms yang biasa dipakai di perbankan) sampai No-SQL (Berbasis MongoDB). Layanan ini mirip DBaaS (Database as a Service)  lokal seperti Nowdb.
Jika teman-teman terbiasa membangun aplikasi dengan version control.  Salah satu layanan git milik IBM sangat mendukung hal itu, Jazzhub. Kita dapat langsung deploy repo ke production server di Bluemix. Juga tidak menutup memungkinan layanan Github, Bitbucket dll dapat menyediakan deploy langsung ke Bluemix.

Ruang Auditorium Kampus D Gunadarma


Setelah selesai menjelaskan inti dan isi dari IBM BLUEMIX asisten Pak Winton membuka sesi pertanyaan
Pertanyaannya adalah :

1.       Bagaimana tingkat keamanan data di IBM Bluemix ?

Jawaban : Security adalah focus dari IBM, IBM menjamin tidak akan terjadi pencurian data semu sudah di cover oleh IBM Application Security On Cloud. Security bagi Bluemix juga sangat ketat dari segala bidang dan hal di dalam Bluemix.

2.       Bisakah IBM Bluemix menggunakan/menjalankan PHP?

Jawaban : Tentu saja bisa, IBM Bluemix mensupport PHP selain itu java dan sebagainya juga sudah di support oleh IBM Bluemix.

Sebagai penutup seminar Pak Winton juga menjelaskan bahwa sekarang adalah era dari IoT atau Internet of Things dan juga Kecerdasan Buatan (Artifical Intelligence), sudah sepatutnya kita sebagai mahasiswa IT ikut turut serta dalam membangun dan menciptakan teknologi - teknologi canggih untuk negeri ini.

Sertifikat Seminar IBM Bluemix